+6281350381580

pemdes@bhuanajaya.desa.id

Kamis Malam Jum’at Pon, 30 April 2026, Desa Bhuana Jaya mencatat sejarah ke-45 tahun Bersih Desa. Indahnya toleransi: 29 April umat Nasrani menggelar doa syukur. 30 April giliran umat Muslim dari 23 RT, 4 Dusun, bersatu. Gabungan kelompok Yasin, Tahlil, dan Sholawat menggema, swadaya masyarakat mengalir lewat tumpeng ayam kampung ingkung khas Jawa.Hadir dalam khidmat: Kepala Desa Bapak Frend Effendy & perangkat, Camat Tenggarong Seberang, Ketua BPD Bpk Taharudin, LPM, Ibu-ibu PKK, 23 Ketua RT, 4 Kadus. Babinsa & Babinkamtibmas berdiri membersamai, Acara sederhana, singkat, penuh makna. MC Sdr Suhardi Kasi Kesra membuka acara dengan Salam, Basmalah dan Suratul Fatihah sambil membacakan satu persatu nama tokoh-tokoh desa tokoh agama tokoh Masyarakat pendiri perintis desa yang telah meninggal dunia, Kades memberi restu, sambutan Camat yang diwakili Bapak Ismail meneguhkan. Lantunan Yasin, Tahlil, Sholawat membalut doa, ditutup doa arwah+ doa Nurun Nubuwah dan ujub adat Jawa oleh Bapak Rigan mantan Kadus Bina Mulya sesepuh desa bhuana jaya memohon selamat untuk bumi yang dipijak.Usai makan bareng berkelompok, malam belum usai. Kades mengajak perangkat, Ketua RT, BPD, LPM, dan perwakilan warga masuk ruang kerja. Sholat Hajat & Witir dipanjatkan, memohon keberkahan dari langit.Tepat pukul 00.00, langkah kaki menuju Titik Nol Desa. Di bawah langit Jum’at Pon, ritual Jawa dijalankan: doa slamet bersama, makan bareng, dan tanam kepala kambing hitam. Bukan syirik, tapi wujud syukur pada Sang Pencipta dan ta’dzim pada leluhur pendiri desa yang telah mewariskan tanah tumpah darah ini.45 tahun Bersih Desa bukan sekadar tradisi. Ini ikrar: Beda keyakinan boleh, tapi doa untuk kesejahteraan desa harus satu .Desa Bhuana Jaya Bangkit : Dari Titik Nol, Alhamdulillah Kita Bersatu.