+6281350381580

pemdes@bhuanajaya.desa.id

Mahasiswa FKM Unmul Gelar FGD di Desa Bhuana Jaya, Paparkan Hasil Survei Kesehatan Masyarakat

BHUANA JAYA – Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Mulawarman (FKM UNMUL) yang tergabung dalam Kelompok 15 Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) 1 sukses menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) atau Diskusi Kelompok Terfokus. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa, 30 Juni 2026, bertempat di Gedung BPU Widya Dharma, Dusun Mekar Sari, Desa Bhuana Jaya.

Acara penting ini dihadiri langsung oleh Kepala Desa Bhuana Jaya, Bapak Frend Effendy, beserta jajaran Pemerintahan Desa Bhuana Jaya. Turut hadir pula unsur Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perwakilan Puskesmas Pembantu (Pusban) Desa Bhuana Jaya, Kepala Dusun (Pulau Mas, Mekarsari, Binamulya, Sidomakmur), Ketua KB, serta para Ketua Kader Posyandu (Cempaka, Wijaya Kusuma, Mekarsari, dan Seruni).

FGD ini bertujuan sebagai metode pengumpulan data dan eksplorasi informasi mendalam guna menggali pandangan serta pengalaman partisipan mengenai isu kesehatan di lingkungan desa. Di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (Dospem) Ibu Agustin Putri Rahayu, S.Gz., MPH., Kelompok 15 yang beranggotakan Ifa Nurul Maghfiroh, Annisa’ul Mufidah, Putri Zahratul Afidah, Nailah Humaidah Subono, dan Daffa Naufal Adrian ini memaparkan hasil survei yang telah mereka lakukan terhadap 90 responden masyarakat setempat.

Temuan Positif Kesehatan Masyarakat

Berdasarkan data survei yang dipaparkan, mayoritas masyarakat Desa Bhuana Jaya dinilai telah memenuhi standar rumah sehat yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Beberapa indikator positif tersebut antara lain:

  • Akses Air Bersih: Sebanyak 86 responden (95,6%) sudah menggunakan air bersih yang bersumber dari PDAM.

  • Ventilasi Rumah: Mayoritas rumah warga (81,1% atau 73 responden) telah memiliki ventilasi yang sesuai standar di setiap ruangannya.

  • Jendela Rumah: Sebanyak 88,9% atau 80 rumah warga telah dilengkapi jendela memenuhi standar.

Selain itu, kesadaran masyarakat dalam pencegahan Penyakit Menular (PM) tergolong sangat tinggi. Dalam satu tahun terakhir, angka warga yang tidak terpapar penyakit menular mencapai tingkat yang optimal, seperti ISPA (100%), Pneumonia (100%), TBC Paru (98,9%), Hepatitis (98,9%), Malaria (97,8%), DBD (96,7%), dan Diare (93,3%). Tingkat kepatuhan warga dalam kepesertaan jaminan kesehatan juga sangat baik, di mana 82,2% masyarakat sudah terdaftar aktif sebagai peserta BPJS Kesehatan.

Tantangan Sanitasi dan Penyakit Tidak Menular (PTM)

Di samping capaian positif, mahasiswa FKM UNMUL juga menyoroti beberapa poin krusial yang memerlukan perhatian dan penanganan lebih lanjut.

  • Pengolahan Sampah: Kualitas sanitasi lingkungan rumah tangga masih terkendala kebiasaan lama, di mana mayoritas masyarakat (92,2% atau sekitar 83 rumah) masih mengolah sampah dengan cara dibakar di halaman atau pekarangan rumah. Sementara itu, baru sekitar 5,6% warga yang memanfaatkan metode daur ulang atau pengomposan.

  • Perilaku Hidup Sehat & PTM: Ditemukan rendahnya perilaku hidup sehat dalam mencegah Penyakit Tidak Menular (PTM). Sebanyak 44,4% (40 jiwa) mengonsumsi makanan manis setiap hari, yang sayangnya didukung dengan fakta bahwa 46,7% warga tidak melakukan aktivitas fisik atau olahraga sama sekali dalam seminggu. Hal ini memicu maraknya kasus PTM di tengah masyarakat, seperti gula darah tinggi, kolesterol, hipertensi, dan asam urat.

  • Kendala Posyandu: Jalannya diskusi juga mengidentifikasi beberapa kendala pada Posyandu lokal, seperti masalah kompetensi bagi kader baru serta penurunan keaktifan lansia.

Penentuan Prioritas Masalah Menggunakan Metode USG

Untuk menindaklanjuti temuan tersebut secara efektif, dalam FGD ini juga dipaparkan rencana penentuan prioritas masalah menggunakan metode USG (Urgency, Seriousness, Growth). Melalui metode ini, setiap permasalahan kesehatan yang ditemukan akan diberikan bobot skor 1–5 untuk mengukur seberapa mendesak, serius, dan cepatnya perkembangan masalah tersebut.

Melalui sinergi antara mahasiswa FKM UNMUL, Kepala Desa Bapak Frend Effendy, para kepala dusun, pusban, hingga kader posyandu, diharapkan hasil FGD ini dapat menjadi pijakan kuat bagi Pemerintahan Desa Bhuana Jaya dalam menyusun program intervensi kesehatan yang tepat sasaran demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat.

LINK Dokuementasi dan daftar hadir:

Penulis : Panji Dian Djatmiko